Gelap Terangnya Industri Hiburan Korea

First Impression Radiant Office

Tidak heran lagi jika drama dan film korea terkenal dan mendunia. Penggemarnya pun semakin hari semakin banyak. Alurnya yang tidak membosankan, selalu menghadirkan kejutan di setiap serinya. Ditambah dibintangi oleh aktris dan aktor yang cantik dan tampan, membuat drama korea memang menarik untuk ditonton. Fashion para aktris dan aktornya pun sangat diperhatikan. Tidak hanya kualitas peran dalam akting saja yang harus ditunjukkan. Namun penampilan dari masing-masing pemeran juga perlu ditingkatkan untuk menambah popularitas drama tersebut. Terlebih jika alur cerita yang disajikan membuat para penontonnya menangis dan sulit ditebak, ratingnya pun semakin menanjak. Hingga tak jarang para penggemarnya memiliki versi sendiri mengenai best korean drama terfavoritnya.

Selain film, lagu dan dramanya yang menarik para penonton juga ada salah satu variety show dari banyak variety show yang banyak dibicarakan oleh masyarakat ialah Running Man. Bagi yang belum pernah tahu disarankan anda untuk menonton best running man episodes dijamin anda akan terhibur.

Dibalik keppuleran dan bersinar terangnya dunia hiburan korea ternyata juga terdapat sisi gelap dalam dunia hiburan korea. Berikut ini merupakan sisi gelap dari dunia hiburan korea yang wajib kalian ketahui:

  1. Kontrak Budak

Pada bulan Oktober 2009, tiga anggota boyband TVXQ melakukan gugatan terhadap SM Entertainment. Dari kasus ini terungkap, agensi besar tersebut telah melakukan ketidakadilan kepada artisnya. Lembaga Fair Trade Commission menyelidiki 20 agensi hiburan dalam negeri, mereka menemukan hampir 200 selebriti terjebak dalam “Kontrak Perbudakan”. Para seniman dipaksa bekerja berjam-jam dengan bayaran sedikit tanpa menerima royalti. Mereka memiliki sedikit hingga tidak punya kebebasan atas jadwal mereka untuk kehidupan pribadi.

  1. Eksploitasi seksual

Kematian seorang aktris pemain drama “Boys Before Flowers”, Jang Ja Yeon telah menguak sisi gelap dari dunia hiburan Korea Selatan. Jang Ja Yeon mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri pada Maret 2009 lalu. Saat popularitasnya menanjak sebagai bintang Drama Korea, Ia sempat meninggalkan surat yang menuliskan sebuah fakta yang mencengangkan. Dilansir melalui Allkpop, program berita ‘8 O clock News’ yang ditayangkan di SBS mengungkapkan fakta kalau Jang Ja Yeon dipaksa melayani total 31 pria sebanyak seratus kali untuk memberikan kepuasan seksual. Fakta tersebut diperoleh dari sebuah dokumen yang ditulis oleh aktris yang mengakhiri hidupnya di usia ke-26 itu kepada teman-temannya.

  1. Bunuh Diri Jadi Inspirasi

Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh selebriti Korea memang cukup sering terjadi. Tapi siapa sangka kasus seperti ini bisa berdampak cukup besar kepada orang lain, terutama para penggemar. Kasus bunuh diri aktris Choi Jin Shil misalnya. Aktris ini tewas usai gantung diri karena mengalami depresi. Akibatnya, angka kematian akibat bunuh diri melonjak hingga 1.700 kasus dalam waktu satu bulan.