6 Tahapan Layanan Smart City yang Diterapkan oleh Lintasarta

Layanan Smart City yang Diterapkan oleh Lintasarta

Smart City merupakan impian warga Indonesia sejak lama. Khususnya saat kemajuan teknologi mulai merangsek ke celah-celah daerah di Indonesia. Sebagai penyedia layanan tersebut, Lintasarta saat ini telah bekerja sama dengan beberapa pemerintah daerah. Misalnya Bandung, Kota Batu, serta Jakarta. Beginilah 6 tahapan yang diterapkan oleh Lintasarta.

  1. Mendampingi Penyusunan Masterplan

Kalau di Indonesia, istilah masterplan berkaitan dengan perencanaan jangka panjang dalam untuk pengembangan IT. Penggunaan teknologi IT yang luas membuat beberapa pemerintah daerah pun bergerak dan bekerja sama dengan Lintasarta. Dalam perencanaan tersebut, Lintasarta melibatkan institusi akademik. Katakanlah seperti mahasiswa di suatu universitas.

Dengan adanya masterplan, maka biaya serta keuntungan yang dihasilkan bisa terhitung dan diperkirakan secara cermat. Selain itu, masterplan di bidang IT ini juga berfungsi untuk mengurangi adanya beban risiko yang mungkin timbul pada waktu penerapan nanti. Pada sesi akhir dari masterplan, terbentuklah apa itu yang dinamakan sebagai manajemen proyek.

  1. Infrastruktur IT

Tahapan selanjutnya berisi tentang prasarana yang berkaitan dengan IT tersebut. Setelah rencana selesai dihimpun, maka tahapan ini bisa jadi sebagai langkah awalnya. Di tahap ini, Lintasarta menyediakan layanan komunikasi data, internet, serta pelayanan internet. Ketiga prasarana tersebut bersifat saling melengkapi.

Ada komunikasi, maka ada hub station untuk menyimpan data tersebut. Sebagai perantaranya, jaringan tercepat yang dipilih adalah internet. Nah, ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Lintasarta sudah menjamin pelayanan berupa IT Services. Termasuk juga ada tawaran jasa terhadap renovasi ruangan untuk pusat perintah komunikasi tersebut.

  1. Jasa Integrasi Data

Dalam pembangunan Smart City mana pun, selalu membutuhkan jasa integrasi data. Pada tahapan ini, Lintasarta akan mengintegrasikan data yang berasal dari departemen kepada masing-masing daerah. Tentu saja yang masih dalam platform sama. Oleh karena itu, Lintasarta pun menerapkan komunikasi dua arah atau lebih yang saling berhubungan.

  1. Menyediakan Aplikasi yang Interaktif dan Aktif

Lazimnya, sebuah aplikasi terbentuk dari sejumlah data yang saling terhubung hingga membentuk kesatuan. Dengan aplikasi, pekerjaan yang semula hanya bisa dicapai lewat banyak tindakan, jadi bisa dikerjakan dalam satu tindakan. Aplikasi yang berkaitan dengan pembentukan “Kota Pintar” ada 5.

Pertama, ada Command Center. Aplikasi tersebut berfungsi sebagai markas atau pusatnya perintah. Lalu ada aplikasi pelaporan warga. Ketiga, ada informasi kota. Lalu aplikasi smart framing berfungsi untuk menganalisis di bidang pertanian. Terakhir, ada aplikasi yang berhubungan dengan sosial media serta media kerja untuk menganalisis data-datanya.

  1. Memberikan Penyuluhan

Tahap kelima ini dikenal dengan “change management”. Setiap gagasan baru yang modern serta termutakhir, belum tentu dipahami oleh setiap orang. Terutama yang bekerja di awak pemerintahan daerah. Pada tahap ini, Lintasarta mengadakan penyuluhan atau sosialisasi yang bertujuan agar setiap orang punya visi yang sama dengan gagasan “Kota Pintar”.

  1. Sosialisai Lebih Dalam kepada Masyarakat

Pada tahap terakhir dilakukan sosialisasi kepada masyarakat lebih mendalam. Soalnya dari segi perencanaan dan implementasinya sudah hampir final. Di tahap ini, Lintasarta memberikan layanan praktis berupa Wi-FI, SEO, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan project digital marketing. Soalnya ke depannya, internet lebih berperan dalam kehidupan.

Ketika Smart City sudah terbentuk secara menyeluruh ke daerah-daerah Indonesia, maka berarti Indonesia sudah selangkah lebih maju. Dengan pengalaman melayani di bidang komunikasi data lebih dari 30 tahun, Lintasarta mampu menjalankan tahapan di atas secara profesional. Setiap tahapannya juga mudah dimengerti serta bersifat interaktif.